Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Jangan Menunda Infaq, Wahai Saudaraku!

kultum-tentang-jangan-menunda-infaq

Kultum tentang Jangan Menunda Infaq. Kaum muslimin, tema kultum kita kali ini adalah tentang jangan menunda-nunda berinfaq sehingga maut menjemput kita.

Infaq adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk membantu orang lain yang membutuhkan atau untuk kepentingan Agama Islam dengan tanpa batasan. Artinya, berapapun yang kita berikan adalah boleh karena tidak ada batasan minimal dan maksimal.

Berbeda dengan zakat. Zakat ada aturan baku yang mengatur. Misalnya ada aturan haul (sudah satu tahun), ada ukuran nishab (batas minimal yang wajib dizakati), ada ketentuan persentase (misalnya 2,5 persen untuk harta selain pertanian, 5 persen untuk zakat pertanian dengan biaya perawatan, 10 persen untuk hasil pertanian yang nir biaya perawatan).

Hakekat Infaq

Infaq atau dalam istilah yang lain terkadang disebut dengan shadaqah hakekatnya adalah membersihkan harta yang dititipkan Allah kepada kita. Harta yang ada pada kita hakekatnya adalah bukan milik kita tetapi milik Allah yang dititipkan kepada kita. Meski sekedar dititipkan, kita tidak dilarang oleh Allah memanfaatkannya untuk kepentingan diri dan keluarga asalkan tidak melampaui batas. Baca juga: Mentaati Rambu Lalu Lintas

Dalam memberikan titipan yang berupa harta tersebut, Allah menyuruh kepada kita untuk senantiasa berbagi manfaat kepada orang lain yang membutuhkan. Jadi, Allah sebagai pemilik harta memerintahkan kepada kita untuk berbagi kepada orang lain yang dititipi harta hanya sedikit oleh Allah.

Faktanya memang Allah membagi rezeki dalam bentuk harta tidak sama banyak. Ada yang diberi titipan harta sangat banyak dan melimpah sehingga bisa memanfaatkannya dengan sangat lapang. Namun ada juga yang dititip harta sangat sedikit lagi sulit sehingga kesusahan dalam memanfaatkannya bersama keluarga.

Nah, kepada orang lain yang kesusahan dalam memanfaatkan harta titipan Allah tersebut karena sedikit, maka kita yang dititipi harta relatif lebih banyak hendaknya berbagi manfaat kepada saudara kita itu.

Kenapa demikian? Karena Allah sebagai pemilik harta menghendaki demikian.

Tentang kepedulian dan berbagi manfaat akan harta titipan Allah sudah dicontohkan oleh sahabat Anshar kepada sahabat Muhajirin. Orang-orang Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah dengan meninggalkan seluruh harta bendanya menyebabkan mereka hidup dalam kepapaan, kemiskinan dan tidak memiliki harta lagi. Kemudian orang-orang Anshar dengan kesadaran yang tinggi berbagi manfaat akan harta yang di tangannya itu untuk membantu saudara-saudara muslimnya. Baca juga: Sebuah Catatan Tentang Pemilu Presiden

Jadi hakekat infaq adalah melaksanakan perintah Allah untuk berbagi manfaat akan harta yang dititipkan secara melimpah kepada orang-orang yang dititipi Allah dengan hanya sedikit.

Ayo Ber-infaq, Jangan Terlambat

Allah memerintahkan kepada kita untuk bersegera dalam ber-infaq dan jangan menunda-nunda. Mumpung masih sehat dan masih lapang kesempatannya, segeralah berbagi manfaat akan harta yang ada pada kita.

Kenapa harus bersegera dan tidak menunda infaq? Jawabannya agar kita tidak keduluan mati. Dan ternyata orang yang sudah meninggal, penyesalannya terletak pada kenapa hartanya tidak di-infaqkan saat masih hidup  di dunia.

Penyesalan manusia yang tidak mau berinfaq atau berbagi manfaat kepada orang lain dan untuk menolong Agama Allah setelah meninggal digambarkan dengan jelas dalam al-Qur’an surat al-Munâfiqûn : 10

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan berinfaqlah dengan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu sekalian; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh”

Maka kaum muslimin, janganlah menunda untuk berinfaq. Segeralah sebelum kematian datang menjemput. Yang ada hanyalah penyesalan. Penyesalan saat di dunia masih bisa diperbaiki. Namun saat di akhirat, tentu saja tidak bisa dan tinggal menunggu balasan dari Allah sebagai Dzat yang menitipkan harta kepada kita. Baca juga: Pelaku Hoaks Wajib Minta Maaf Kepada Objek yang Difitnah

Kita juga akan menyesal, mengapa setiap diingatkan atau diajak untuk berinfaq senantiasa mengabaikan. Padahal ajakan dan peringatan sudah sering didengar dari para muballigh saat memberikan ceramah. Kita juga termasuk orang yang sering, gemar dan rajin menghadiri berbagai forum pengajian. Mengapa masih tetap enggan untuk ber infaq. Maka penyesalanlah yang datang menghampiri kita. Allah menegaskan dalam surat al-Mulk : 10

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Andaikan kami dahulu mau mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala

Demikianlah kaum muslimn, penyesalan selalu datang terlambat. Dan sayangnya, penyesalan itu saat sudah di alam keabadian, akhirat.

Demikianlah kultum tentang Kultum tentang Jangan Menunda Infaq, semoga bermanfaat dan mengingatkan kita untuk senantiasa berbagi manfaat akan harta yang ada pada kita.

Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *