Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Infaq Terbaik Adalah Memberikan Harta Yang Paling Dicintai

infaq-terbaik-dengan-harta-yang-di-cintai

Infaq Terbaik Adalah Memberikan Harta Yang Paling Dicintai. Tema ini merupakan penjelasan atau tafsir dari QS. Ali Imran : 92. Dalam ayat ter sebut Allah berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Terkait dengan QS. Ali Imran : 92 di atas terdapat beberapa kisah yang sangat baik untuk dijadikan pelajaran. Kisah-kisah tersebut dua di antaranya adalah:

1. Kisah Abu Thalhah, orang terkaya di Madinah

Dikisahkan oleh Anas bin Malik bahwa di Madinah tinggal seorang yang bernama Abu Thalhah. Ia merupakan orang terkaya dari golongan Anshar. Ia memiliki harta yang sangat banyak. Di antara sekian banyak harta yang dimilikinya, ada satu yang paling ia suka yaitu bairukha’, nama kebun kurma yang letaknya berhadapan dengan masjid. Rasulullah sering memasuki kebun ini dan meminum air sumur yang ada di dalamnya. Airnya sangat segar dan tawar.

Baca juga: Begini Cara Mualaf Menyambut Ramadhan

Ketika QS. Ali Imran : 92 di atas diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad dan telah sampai kepada Abu Thalhah, ia ingin segera mengamalkannya. Dia berkata kepada Rasul:

“Ya Rasul Allah, telah diwahyukan kepadamu ayat… (membaca QS. Ali Imran : 92), sesunggunnya harta yang paling aku cintai adalah bairukha’. Maka aku shadaqahkan kepada Allah. Pergunakanlah sesuai perintah Allah, ya Rasul. Aku mengharap kebaikannya dan semoga menjadi simpanan bagiku untuk kehidupan akhiratku.”

Kemudian Rasul menjawab:
“Wah… hebat. Itulah harta yang memberi keberuntungan (diucapkan dua kali). Tapi menurut pendapatku, lebih baik engkau bagikan saja kepada sanak keluargamu.”

Mendengar saran Rasul Allah, Abu Thalhah menjawab:
“Baik ya Rasul. Aku laksanakan saranmu. Akan aku bagikan kepada saudara-saudaraku.”

Maka kemudian kebun Bairukha’ yang sangat dicintai Abu Thalhah ini dibagikan kepada sanak familinya untuk melaksanakan firman Allah dalam QS. Ali Imran : 92 tersebut. Kisah ini termaktub dalam kitab hadits Al-Musnad (juz 3 halaman 141), Shahih Bukhari (hadits no. 1461, 2318, 2752, 2769, 4554, dan 5611), Shahih Musli (hadits no. 998).

2. Kisah Umar bin Khaththab

Dikisahkan bahwa Umar bin Khaththab mendapatkan bagian dari ghanimah (rampasan perang) berupa tanah ketika perang Khaibar. Ketika telah turun ayat di atas, Umar berkata kepada Rasul:

“Ya Rasul Allah, belum pernah aku dapatkan harta yang sangat aku cintai seperti halnya bagianku dari gnanimah perang Kahibar ini. Apa yang Engkau perintahkan kepadaku akan harta milikku itu?”

Rasul menjawab:
“Tahan pokoknya dan bersedakahlah dengan buah (hasil)nya.”

Kisah ini termaktub dalam kitab hadits al-Sunan an-Nasa’i (juz 2 halaman 232), al-Sunan ad-Daruquthni (juz 4 halaman 193)

Pelajaran penitng

Dalam dua kisah tersebut terdapat pelajaran yang sangat penting bahwa ketika memberikan sesuatu untuk ber-shadaqah atau infaq hendaklah yang terbaik dan paling dicintai dari harta yang dimiliki.

Berat memang, tetapi itulah yang diajarkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk pengamalan dari QS. Ali Imran : 92.

Tidak hanya mereka berdua, banyak sahabat lain seperti Abu Bakar dan Usman bin Affan yang melakukan hal yang sama dalam berinfaq di jalan Allah.

Terkait dengan tema kultum tentang Infaq Terbaik Adalah Memberikan Harta Yang Paling Dicintai, ada satu lafadh penting yang perlu mendapat penjelasan, yaitu:

al-birr – الْبِرَّ

Jika dalam terjemahan Kementerian Agama, lafadl al-birr diartikan dengan kebajikan yang sempurna. Dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan beberapa makna yang lain, yaitu: surga, takwa, dan ketaatan.

Baca juga: Kisah Seorang Ayah Non-Muslim Izinkan Anak Perempuannya Masuk Islam

Sehingga jika diterjemahkan dengan makna-makna di atas, maka artinya menjadi:

“Engkau tidak akan mendapatkan surga sampai engkau….”
“Engkau tidak akan mendapatkan takwa sampai engkau….”
“Engkau belum akan mendapatkan ketaatan sampai engkau….”

Dan terakhir, untuk menutup penjelasan tema kultum tentang Infaq Terbaik Adalah Memberikan Harta Yang Paling Dicintai sebagaimana kandungan QS. Ali Imran : 92, terdapat sebuah Hadits yang berbunyi:

عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ خَادِمِ رَسُوْل الله عَنْ النَّبِي قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ – الحاديث الثالث عشر من الاربعين النواوية

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim Rasulullah SAW, Beliau berkata, “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”. (HR Bukhari)

Demikian tema Infaq shadaqah terbaik adalah memberikan harta yang paling dicintai, semoga bermanfaat.

Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *