Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Begini Cara Mualaf Menyambut Ramadhan

cara-mualaf-menyambut-ramadhan

Lintas12Belajar puasa Senin-Kamis merupakan cara mualaf menyambut puasa Ramadhan. Ramadhan senantiasa ditunggu oleh umat Islam seluruh di setiap tahunnya. Pada bulan tersebut semua jenis ibadah yang dikerjakan, tak terkecuali puasa, akan dilipatgandakan balasan pahalanya.

Untuk para mualaf, khususnya yang untuk pertama kali akan merasakan ibadah puasa, momentum Ramadhan tentu semakin terasa spesial. Beberapa persiapan pun telah dilakukan agar bisa menjalankan ibadah dengan maksimal dalam bulan suci tersebut.

“Saya niatkan untuk mulai persiapan menyambut Ramadhan dengan belajar puasa Senin-Kamis,” kata Deddy Surya Gunawan sebagaimana dikutip dari laman Republika (12/4/2019). Deddy yang sudah bersyahadat selama sembilan bulan mengaku sedikit khawatir dalam menyambut bulan Ramadhan. Karena, ia belum pernah berpuasa di waktu-waktu sebelumnya.

Sebetulnya, ia meneangkan, Katholik pun mengajarkan perihal puasa, yaitu puasa pantang. Namun tidak sampai sebulan full dan masih diperkenankan minum. Walaupun begitu, pria yang mempunyai profesi menjadi karyawan restoran itu mengatakan bahwa ia tela siap untuk berpuasa pada tahun 2019 ini. “Kawan-kawan dan lingkungan saya pun telah mendukung,” ujar Deddy.

Baca juga: Kisah Seorang Ayah Non-Muslim Izinkan Anak Perempuannya Masuk Islam

Guna mempersiapkan diri dalam memasuki bulan Ramadhan, Deddy pun makin rajin ke masjid. Paling tidak, ia selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan ceramah di laman Youtube. Dia berharap bahwa pada bulan Ramadhan tahun ini akan semakin banyak orang-orang yang memperoleh hidayah seperti dirinya. Dengan begitu, maka akan semakin banyak orang-orang yang mengikuti langkahnya menjadi mualaf.

Sedikit berbeda dengan Deddy, Graciela Victoria Safira, pada tahun ini ia akan menjalani ibadah puasa Ramadhan untuk yang keempat kali. Gadis berusia 16 tahun itu telah mantab memutuskan untuk bersyahadat semenjak usia masih muda belia. Ia berkisah bahwa waktu pertama kali mengerjakan puasa Ramadhan sempat mengalami kesulitan dalam menahan haus.

“Soal makan, sebenarnya aku tidak terlalu doyan makan, jadi malahan yeee suka gitu,” kata Graciela.

Bagi Graciela Victoria Safira, hal yang paling berkesan baginya ketka Ramadhan tiba adalah ibadah shalat Tarawih. Karena, saat telah sehari penuh capek berpuasa, malam harinya dapat berkumpul bersama guna shalat.

“Ibu aku kan sudah mualaf lebih dulu, jadi sering ikut shalat Tarawih juga walaupun belum masuk Islam. Ketika menjadi mualaf di tahun pertama masih sering malas untuk Tarawih. Namun untuk tahun kedua telah mulai rajin,” katanya menambahkan.

Baca juga: 3 Penyakit Kekuasaan

Kini, gadis yang sedang menuntut ilmu di Madrasah Aliyah (MA) Soebono Mantofani tersebut selalu melancarkan membaca Alqurannya. Tujuannya tentu saja agar dapat mengikuti program khataman Alquran dengan maksimal ketika Ramadhan tiba.

Ia berharap, para mualaf khususnya yang baru akan berpuasa pertama kali, bisa melaksanakan ibadah puasa dengan baik. “Ramadhan itu momen yang paling seru dan selalu ditunggu karena cuma hadir setahun sekali. Ya awalnya memang sulit, tapi seiring berjalannya akan dapat dinikmati momen indahnya. Puasa sehari-hari itu sungguh nikmat sekali,” ujar Graciela.

Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *