Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Kultum Tentang Harta Yang Memuliakan Dan Menghinakan

Tema Kuliah Tujuh Menit (kultum) tentang Harta Yang Memuliakan Dan Menghinakan.

Allah menciptakan manusia lengkap dengan potensi dan kecenderungannya. Manusia diberi dua potensi yaitu potensi fujur (dosa dan tidak taat) serta potensi takwa (taat mengabdi kepada Allah). Sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam QS. Al-Syams: 7-8.

Tema-Kultum-Tentang-Harta-Yang-Memuliakan-Dan-Menjatuhkan

Jika menilik pada hal ini maka sepertinya adalah fitrah Allah jika manusia bebruat dosa dan ma’siyat karena memang manusia telah dibekali potensi tidak taat di samping potensi takwanya. Sehingga terlihat wajar-wajar saja. Tidak demikian halnya. Meski manusia dibekali dengan dua potensi tersebut namun Allah telah menyampaikan bahwa, sungguh keberuntungan akan menaungi orang yang membersihkankan jiwanya dan sungguh kerugian akan fitimpakan kepada orang-orang yang mengotori jiwanya (QS. Al-Syams: 9-10).

Dan menurut penjelasan Ibnu Abbas sebagaimana disampaikan oleh Mujahid, Qatadah, Adh-Dhohak dan Ats-Tsaury bahwa maksud dari al-Syams;8 adalah Allah telah menjelaskan kebaikan dan keburukan. Dan pilihan mana yang diambil adalah keputusan manusia sendiri.

Sementara penjelasan lain menyebutkan bahwa menunjukkan dua jalan, jalan dosa dan jalan takwa. Jalan manakah yang akan dilalui manusia, itu menjadi wewenang manusia penuh. Maka diujungnya, akan beruntung orang yang memilih jalan takwa dan akan merugi orang yang memilih jalan dosa.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri 1448 H

Sikap manusia terhadap harta

Langkah dan jalan mana yang akan diambil manusia maka pilhannya akan menentukan sikapnya terhadap segala sesuatu, tak terkecuali sikapnya terhadap harta. Jika manusia memilih jalan takwa maka hartanya akan menjadikannya manusia mulia. Sebaliknya, jika manusia memilih jalan fujur, maka hartanya justru akan membuatnya jatuh terjerembab dan tersungkur dalam kehinaan.

Betapa banyak manusia menjadi mulia karena hartanya. Dan tentu saja tidak sedikit manusia menjadi hina karena berburu harta. Dan jika kita saksikan di berbagai media, kita jumpai berapa banyak orang yang dimasukkan penjara karena karena harta.

Memang Allah telah menjadikan harta nampak indah di mata sehingga manusia mencintainya. Berbagai macam hal-hal duniawi begitu menariknya bagi manusia sehingga harus diburunya. Kecenderungan manusia terhadap hal-hal duniawi ini dinyatakan oleh Allah dalam al-Qur’an surat Ali Imran : 14.

Manusia tidak akan pernah puas akan harta yang dimilikinya. Digambarkan bahwa sekiranya manusia telah mempunyai sebuah lembah yang penuh sesak dengan emas, pasti ia belum puas dan menginginkan lembah penuh emas yang kedua. Begitupun sekiranya telah mendapatkan lembah emas kedua, pasti menghendaki lembah harta dan emas yang ketiga. Satu-satunya yang bisa mengehntikan kerakusan manusia seperti adalah kematian.

Model manusia seperti inilah yang hartanya justru akan membuatnya jatuh terjerembab kedalam jurang kehinaan dan kenistaan. Ia akan memburu harta dengan cara apapun. Tidak pandang apakah halal atau haram. Baginya, memiliki harta sebanyak-banyaknya adalah keniscayaan. Tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.

Harta yang diperolehnya akan melalaikan dia dari Tuhannya. Harta yang menjadi tujuan hidupnya akan menjatuhkan dia. Harta yang dia raih dengan ketidakhalalan akan menjauhkan dia ketenangan hidupnya. Harta yang didapatkan dan sekedar untuk bermegah-megahan akan mengantarnya kepada al-jahiim.

Baca juga: Kultum Tentang Perintah Belajar Agama Islam

Harta yang memuliakan

Allah telah memberikan konsep bagaimana harta dapat memuliakan manusia. Di antara konsep tersebut adalah:

  1. Mencari rezeki dilakukan setelah shalat dan beribadah kepada Allah. Dan ketika bekerja tetap menjaga dzikir-nya kepada Allah (QS. Al-Jumu’ah: 10)
  2. Mencari rezeki sebagai media menuju takwa. Oleh karena itu rezeki dicari dengan cara yang baik dan halal serta menjauhi yang haram.

    Sabda Nabi

    عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : وَاتَّقُوا اللهَ اَيُّهاَ النَّاسُ وَاجْمِلُوا فِي الطَلَبِ خُذٌوا مَاحَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

    Dari Jabir RA berkata : Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah. Carilah rezeki dengan cara yang baik. carilah yang halal dan hindari yang haram (Imam Malik dan Shahih Ibn Majah)

  3. memahami dan menjalankan konsep bahwa mencari rezeki, beribadah kepada Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya adalah satu kesatuan. (QS.al-Ankabuut : 17)
  4. Mencari rezeki tidak dengan cara merusak
    Betapa banyak orang mencari rezeki dengan cara merusak. Ada yang merusak alam dan ada juga yang merusak generasi muda bangsa. Sebagai contoh mencari rezeki tetapi merusak alam adalah membakar hutan untuk membuka lahan sehingga merusak lapisan ozon, menebang hutan sembarangan sehingga merusak ekosistem hutan dan menimbulkan banjir, menangkap ikan dengan cara menebar racun; menyetrum dan bom ikan sehingga merusak ekosistem laut, menjual minuman keras dan narkoba sehingga merusak generasi muda bangsa.

    Dan tentu saja, masih banyak hal-hal merusak lainnya yang dilakukan manusia untuk mendapatkan harta.

Demikianlah tema kuliah tujuh menit (kultum) dengan tema Harta Yang Memuliakan Dan Menghinakan. Semoga bermanfaat.

Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *