Sosial  

Kemen PPPA dorong keluarga untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional

Kemen PPPA dorong keluarga untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, menangani perempuan & anak - Artikel Pendidikan dan Kajian Islam
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga. [Sodikin.ID/HO-Kemen PPPA]

Sodikin.id (Jakarta) – Kemen PPPA dorong keluarga untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong keluarga untuk berkontribusi dalam menangani masalah perempuan dan anak.

“Banyak persoalan yang dapat ditangani dengan baik jika keluarga, unit terkecil dari suatu masyarakat, dapat meningkatkan kontribusi, fungsi, dan kualitas daya tahannya, sehingga dapat menciptakan bangsa yang maju, kuat, dan tangguh,” Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Demikian disampaikan Bintang Puspayoga melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Puspayoga memandang keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki kontribusi vital dalam pembangunan perempuan dan anak.

“Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang berjumlah 76,7 juta jiwa di Indonesia, menjadi agen pertama dan utama dalam (menyelesaikan) persoalan yang diprioritaskan, karena memiliki hubungan paling dekat dengan perempuan dan anak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Konsep Pendidikan Gratis

Kementerian juga bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Dalam Negeri untuk mengejar implementasi Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Tujuannya adalah untuk menyelesaikan lima isu prioritas perempuan dan anak dengan menyasar akar permasalahan dan memenuhi berbagai indikator pembangunan terkait perempuan dan anak, sehingga tindakan intervensi nyata bagi keluarga.

“Dalam (menangani) kompleksnya persoalan perempuan dan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi, kolaborasi, partisipasi aktif, dan kerja progresif menjadi kunci keberhasilan pencapaian pemenuhan hak anak, perlindungan khusus bagi anak. , pemenuhan hak-hak perempuan, dan pengarusutamaan gender,” ungkapnya.

Legislator perempuan juga menjadi kekuatan besar untuk mendukung pembangunan nasional yang berperspektif gender dan juga ramah anak.

Baca Juga:  Pesantren membantu santri belajar Al-Qur'an dalam bahasa isyarat

“Saya berharap berbagai keputusan yang dihasilkan dari berbagai program legislatif di tingkat daerah dapat mendukung (upaya diarahkan) pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pencapaian indikator desa ramah perempuan dan peduli anak,” kata Puspayoga.

Sodikin.id – Artikel Pendidikan dan Kajian Islam tentang: Kemen PPPA dorong keluarga untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

= Advertisement =
= Advertisement =

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.