Sodikin Masrukin Pelaku pendidikan, pemerhati sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Cara Membuat Majas Metafora dalam Bahasa Indonesia

Cara Membuat Majas Metafora dalam Bahasa Indonesia. Majas Metafora merupakan majas yang memperbandingkan dua perkara dengan penggunaan kata yang bukan sebenarnya. Tujuan dari majas Metafora ini yaitu untuk mengungkapkan suatu makna pada kesan yang disampaikan kepada orang lain. Majas ini juga ditujukan untuk menggantikan suatu kata menjadi lebih menarik.

Ciri Majas Metafora: Cara Membuat Majas Metafora

Berbeda dengan majas lainnya, majas Metafora ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kata-kata yang digunakan memiliki makna kiasan dalam membandingkan suatu objek.
  2. Pembanding dalam majas Metafora ini tidak menggunakan kalimat penghubung seperti bak, bagaikan dan lain-lain. Majas Metafora ini menggunakan objek atau perbandingan secara langsung.
  3. Majas Metafora tidak memakai konjungsi maupun kata penghubung lainnya.

Bila kalian mendengarkan jenis majas yang satu ini pastinya akan sangat tertarik dan ingin tahu apa arti kata yang unik di dalamnya.

Contoh Majas Metafora : Cara Membuat Majas Metafora

Agar jelas bagaimana cara membuat Majas Metafora, untuk itu, langsung saja kita lihat contoh dari majas Metafora sebagai berikut:

1. Pak Ali terjerat lintah darat setelah dirinya berhutang kepada bank.

Penjelasan: Disini kalian melihat kalimat lintah darat dimana lintah darat ini memiliki arti orang yang memberikan pinjaman uang dengan bunga yang besar, atau biasa disebut sebagai rentenir.

2. Raja hutan mengaum karena kelaparan.

Penjelasan: Raja hutan berarti hewan yang menjadi raja di sebuah hutan tersebut, seperti yang kita ketahui, Singa menjadi salah satu hewan yang paling buas di hutan, sehingga hewan inilah yang mendapat julukan sebagai raja hutan.

3. Sang Ayah meninggal dunia, kini Ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Penjelasan: Kalian melihat kata tulang punggung, kata ini memiliki arti sebagai orang yang bertanggung jawab di keluarga kalian. Apabila sang ayah sudah tiada, Ibundalah yang harus bertanggung jawab untuk keluarganya.

4. Pria yang mendapatkan peringkat 1 di kelas ternyata ia kutu buku

Penjelasan: Kutu buku merupakan orang yang gemar membaca, dengan sering membaca tentu wawasan kita akan semakin bertambah. Biasanya anak-anak yang berprestasi di kelasnya itu sering membaca buku.

5. Memiliki keahlian menari, anak itu kini jadi tinggi hati di kelas.

Penjelasan: Tinggi hati memiliki arti sombong, orang yang tinggi hati berarti orang yang sombong. Biasannya orang-orang yang sudah memiliki keahlian di atas kemampuan orang lain mereka akan semakin sombong dan memamerkan kemampuannya.

6. Wajahnya yang cantik jelita membuat Meli dijuluki sebagai kembang desa.

Penjelasan: Kembang desa memiliki arti wanita paling cantik di desa, biasanya orang-orang yang memiliki paras cantik sering mendapatkan julukan kembang desa atau bunga desa.

7. Meski Yudi selalu juara 1 lomba bulu tangkis saat mewakili sekolahnya,ia tetap rendah hati.

Penjelasan: Rendah hati memiliki arti tidak sombong, orang yang mendapatkan segala keistimewaan namun dirinya tetap bersikap biasa dan tidak suka pamer disebut juga orang yang rendah hati.

8. Jika kalian lewat daerah Baturraden di tengah malam, disana kalian akan meilhat kupu-kupu malam berkeliaran.

Penjelasan: Kupu-kupu malam bukan berarti hewan kupu-kupu yang terbang ya guys! Kupu-kupu malam sama halnya seperti wanita yang berkeliaran di waktu malam, wanita ini biasa disebut sebagai pelacur.

9. Juara olimpiade matematika internasional, pria ini dijuluku bunga bangsa.

Penjelasan: Bunga bangsa sama halnya dengan orang yang telah membawa prestasi untuk negaranya. Yang terpenting ia dapat mengharumkan nama bangsa lewat bakat dan prestasi yang telah dilakukannya.

10. Mimin sudah berumur 35 tahun namun belum menemukan tulang rusuknya.

Penjelasan: Tulang rusuk yang dimaksud bukan berarti tulang yang ada di dalam tubuh kita ya guys! Tulang rusuk memiliki makna yang sama dengan jodoh. Berarti Pak Mimin masih belum menemukan jodohnya di usianya yang sudah ke 35 tahun tersebut.

11. Ketamakan orang kaya di Desa Karangpule menjadi buah bibir di Desa lain.

Penjelasan: Buah bibir yaitu menjadi bahan pembicaraan orang lain. Disitu terlihat orang kaya yang berada di Desa Karangpule menjadi perbincangan orang-orang di luar Desa karena ketamakannya.

12. Kepergok warga, pria itu mati kutu saat mencuri.

Penjelasan: Mati kutu memiliki arti tidak bisa berkutik. Biasanya seorang pencuri tidak akan bisa berkutik ketika sudah kepergok warga. Yang dapat mereka lakukan hanyalah pasrah akan apa yang terjadi padanya.

13. Pelanggan semakin sepi, warung makan Bu Sisam harus gulung tikar.

Penjelasan: Gulung tikar memiliki arti menghentikan usahanya. Disitu terlihat bahwa Bu Sisam menghentikan usaha warungnya karena sepi pelanggan.

14. Kasus yang menimpa Lukman kini harus di seret ke meja hijau.

Penjelasan: Meja hijau sama saja seperti pengadilan. Dalam contoh tersebut, Lukman harus di seret ke pengadilan karena kasus yang menimpanya.

15. Indonesia sekarang sudah rawan, sampah negara harus segera dimusnahkan.

Penjelasan: Sampah negara memiliki arti orang yang merugikan negara, Indonesia sekarang memang semakin rawan orang-orang yang merugikan negaranya sendiri seperti para koruptor, teroris dan lain-lain.

16. Teman saya bermain mata dengan gadis yang aku sukai.

Penjelasan: Bermain mata berarti saling mencuri pandangan antara satu sama lain. Bermain mata biasanya bisa menimbulkan saling suka antara wanita dengan si pria.

17. Hati-hati dengan orang yang bermuka dua.

Penjelasan: Orang yang bermuka dua berarti orang yang munafik, suka bohong. Biasanya ia berbicara baik di depan kalian namun dibelakang kalian sering menjelek-jelekan diri Anda. Itu sama halnya dengan orang yang bermuka dua.

Itulah beberapa contoh dan cara membuat majas Metafora yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa dipelajari oleh sobat semuanya ya guys! Terima kasih, semoga bermanfaat.

Sodikin Masrukin Pelaku pendidikan, pemerhati sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *