Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

3 Penyakit Kekuasaan

Berita Dunia Islam3 Penyakit Kekuasaan. Ada tiga macam penyakit kekuasaan. Penyakit ini bisa diderita siapapun, baik yang belum berkuasa, sedang berkuasa ataupun yang sudah purna kuasa.

Ketiga penyakit tersebut adalah pre power syndrome, in power syndrome dan post power syndrome. Ketiga macam penyakit ini sama-sama berbahaya jika diderita siapapin.

kultum-3-penyakit-kekuasaan

Bersyukurlah orang-orang yang tidak menderita penyakit berbahaya ini. Sebelum, sedang dan sesudah berkuasa bebas dari ketiganya adalah anugerah yang harus disyukuri.

1. Pre power syndrome

Sesuai namanya, penyakit pre power syndrome diderita oleh orang-orang yang belum atau akan berkuasa. Atau bahkan diderita orang yang tidak memiliki kekuasaan. Bagi orang yang tidak memiliki kekuasaan tetapi menderita penyakit ini maka dia akan berlagak seperti orang yang berkuasa. Sukanya main perintah, main tunjuk, main bentak, main menindas, main merendahkan orang lain. Jadi ganyanya seakan punya kuasa. Mereka adalah orang-orang y ang takabur atau sombong. Merasa dirinya lebih segala-galanya dibandingkan dengan orang lain.

Bagi orang yang tidak atau belum tetapi sedang memburu kekuasaan maka penyakit ini biasanya diderita dalam bentuk salah niat dan salah cara.

Baca juga: Seruan Perdamaian di Libya

Salah cara berarti dia menghalalkan segala macam cara untuk menggapai kekuasaan yang diimpikannya meskipun dengan melanggar berbagai norma agama dan hukum. betapa banyak yang demi kekuasaannya rela mengorbankan aqidah. Dia datangi dukun atau paranormal minta supaya jadi penguasa walau harus melakukan ritual yang jelas-jelas merusak aqidah. Pernah ada seorang perempuan berjilbab, karena ingin jadi anggota legislatif harus melakukan kungkum (merendam diri) di sungai kotor berarus deras karena disuruh sang orang pintar (dukun) konsultannya.

Ada juga yang demi memenuhi hasrat dan syahwat kekuasannya, rela menyuap rakyat dengan sejumlah nominal dan barang tertentu. Money politics yang dilakukan tentu bertujuan agar mereka memilihnya.

Itu semua salah dalam cara meraih kekuasaan. Dan tentu saja termasuk penyakit kekuasaan.

Penyakit sebelum berkuasa bisa juga dalam bentuk salah niat dan tujuan. Calon penguasa itu bertujuan tidak untuk mensejahterakan rakyat tetapi ingin memperkaya diri dan golongannya, membangun kroni, menumpulkan dan menumpuk harta.

Padahal jelas rambunya, sebagai orang beriman, setiap aktifitas harus diniatkan beribadah dan mencari ridho Allah SwT.

Nabi bersabda:

انما الاعمال باالنيات وانما لكل امرء مانوى

Amal papun hanya tergantung pada niat. Dan setiap orang hanya akan memperoleh sebagaimana yang diniatkannya.

2. In Power Syndrome

Penyakit In Power Syndrome diderita oleh orang yang sedang berkuasa. Orang yang berkuasa kemudian semena-mena, adigang adigung adiguna, tidak adil, tidak menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya, korupsi, kolusi dengan pihak-pihak tertentu untuk menghisap kekayaan alam negara, membuat kebijakan yang merusak sistem dan tatanan kehidupan dan sebagainya.

Orang yang menderita Penyakit In Power Syndrome adalah mereka yang mabuk kekuasaan sehingga tidak mampu berbuat yang terbaik untuk rakyat dan negaranya. Mereka juga tidak mampu melindungi kekayaan alam yang dimiliki tetapi justru “diberikan” kepada pihak asing. Sehingga, kekayaan alam yang dimiliki menjadi nestapa bagi rakyatnya dan justru menjadi sumber harta bagi orang asing.

kekuasaan adalah amanat. Maka tunaikan amanat dengan baik kepada pemiliknya, yaitu rakyat. Kekuasaan adalah alat untuk menciptakan keadilan. Maka ciptakan keadilan dengan pedang keadilan yang sama tajam. baik keatas maupun ke bawah.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Dan Allah juga (menyuruh kamu) jika menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah memberi pengajaran yang terbaik kepadamu. Dan sungguh Allah adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat.(QS. annisa : 58)

3. Post Power Syndrome

Penyakit Post Power Syndrome diderita oleh orang-orang yang tidak lagi berkuasa. Mereka yang kehilangan kekuasaan, baik karena memang sudah habis periodenya atau karena terjerat kasus hukum dan diturunkan dengan tidak hormat kemudian stress, merasa seperti harimau yang kehilangan cakar dan taringnya, merasa tak berguna lagi, bahkan untuk kasus-kasus tertentu menyalahkan pihak lain adalah orang yang menderita pernyakit tersebut.

Baca juga: Bahaya Hoax

Kekuasaan adalah persoalan aqidah. Kekuasaan adalah urusan Allah SwT. Kekuasaan sangat mudah diberikan kepada siapapun yang memang Allah kehendaki. Sebaliknya, Allah juga dengan sangat mudah mencabut mandat kekuasaan dari siapapun jika memang sudah berkehnedak.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah, “Wahai Tuhan Pemilik kerajaan (kekuasaan), Engkau berikan kerajaan (kekuasaan) kepada siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau cabut kerajaan (kekuasaan) dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [Ali ‘Imrân : 26].

Dengan kesadaran bahwa kuasaan adalah urusan Allah dan harus dipertanggungjawababkan kepada-Nya maka orang-orang beriman tidak akan menderita penyakit post power syndrome dan dua lainnya, pre power syndrome dan in power syndrome.

Semoga kita semua terhindar dari penyakit kekuasaan

Demikian lintas12 tentang 3 Penyakit Kekuasaan. Semoga bermanfaat.

Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *