Nadiem serukan pendidikan Pancasila melalui kurikulum Merdeka

Nadiem serukan pendidikan Pancasila melalui kurikulum Merdeka, mengutamakan pendidikan karakter siswa - Artikel Pendidikan dan Kajian Islam
Tangkapan layar—Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menyampaikan sambutannya dalam seminar nasional bertajuk “Merangkul Gagasan Soekarno-Hatta” yang diselenggarakan Forum Rektor untuk Penguatan Karakter Bangsa (FRPKB), Rabu (1 Juni). 2022). [Foto: SODIKIN.ID/Kang Diks]

Sodikin.ID – Nadiem serukan pendidikan Pancasila melalui kurikulum Merdeka.

Pengajaran nilai-nilai ideologi negara Indonesia Pancasila, yang akan lebih relevan bagi generasi muda, harus didorong melalui penerapan kurikulum Merdeka, kata Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi.

“Sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yaitu mengutamakan pendidikan karakter siswa secara utuh berdasarkan nilai-nilai Pancasila, saat ini kami sedang mendorong pendidikan Pancasila yang lebih membumi dan lebih relevan kepada generasi muda, melalui penerapan kurikulum Merdeka,” ujarnya. kata Nadiem Makarim di sini, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikannya secara virtual saat memberikan sambutan dalam seminar nasional “Merangkul Ide Soekarno-Hatta” yang diselenggarakan oleh Forum Rektor untuk Penguatan Karakter Bangsa (FRPKB).

Baca Juga:  Azas-Azas Penyusunan RKAS/M

Seminar tersebut diakses dari channel YouTube resmi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Jakarta, Rabu.

Menurut Makarim, perubahan zaman membuat generasi muda menggunakan cara yang berbeda untuk memaknai semangat nasionalisme, termasuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Untuk itu, kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang lebih sederhana, mendalam, mandiri, relevan, dan interaktif bagi seluruh siswa di tanah air, ujarnya. Kurikulum tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi serta memperkuat karakter “siswa Pancasila”, tambahnya.

Pelajar Pancasila harus memiliki beberapa sifat, antara lain iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, gotong royong, nalar kritis, kreativitas, kemandirian, dan keragaman global, urainya.

“Sekarang, profil siswa Pancasila tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi kami juga terus mempromosikan mereka melalui konten pendidikan yang disiarkan di saluran media sosial,” katanya.

Baca Juga:  Manajemen waktu: Dari prinsip Eisenhower hingga analisis ABC

Demikian nilai-nilai mobile Pancasila yang digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Moh. Hatta, akan didekatkan dengan generasi muda agar bisa melanjutkan mimpi para pendiri Indonesia, kata menteri.

Sodikin.ID – Artikel Pendidikan dan Kajian Islam tentang: Nadiem serukan pendidikan Pancasila melalui kurikulum Merdeka.

= Advertisement =
= Advertisement =

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.