Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Konsep dan Pengertian Manajemen

Konsep dan pengertian manajemen secara bahasa dan istilah menurut beberapa ahli.

Pengertian Manajemen Secara Bahasa

Secara bahasa, manajemen berasal dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengatur, mengurus, melaksanakan, atau mengelola. Dan kata management diartikan dalam dua bentuk, yaitu (1) jabatan atau orang sehingga berarti direksi dan pimpinan, dan (2) lebih mengarah kepada keadaan dan proses mengelola. Maka untuk hal ini, management diartikan dengan ketatalaksanaan, tata pimpinan dan pengelolaan.

Penggunaan istilah manajemen, pengaturan dan pengelolaan dalam bahasa Arab disebut dengan al-tadbir. Kata ini adalah bentuk derivasi dari dabbara yang berarti mengatur. Penggunaan kata tersebut sebagaimana terdapat dalam ayat al-Qur’ān berikut ini:

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. as-Sajdah: 5)

konsep-dan-pengertian-manajemen

Melalui kandungan ayat di atas dapatlah dipahami bahwa Allah swt adalah maha Manajer. Dialah pengatur alam semesta (al-Mudabbir). Keteraturan dan keharmonisan jagad raya ini merupakan bukti kemahapengaturan Allah swt dalam mengelola dan menata alam ini. Tanpa adanya kemahapengaturan Allah, alam semesta akan kacau dan tak terkendali sehingga lepas dari garis edar masing-masing. Dalam kontek kebumian, Allah telah menciptakan manusia. Manusia diciptakan Allah Swt dengan membawa mandat sebagai khalifah di bumi. Sebagai khalifah maka manusia harus mampu mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya seperti halnya Allah mengatur dan menata jagad raya ini.

Baca juga: Urgensi atau Pentingnya Manajemen

Sedangkan Ukas dalam Machali dan Hidayat menyebutkan bahwa kata managemenet berasal dari bahasa Latin mano yang mempunyai arti tangan. Selanjutnya berubah menjadi manus dan memiliki arti bekerja berkali-kali dengan menggunakan tangan. Jika kata mano diberi imbuhan agiare sehingga menjadi managiare akan berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan tangan-tangan.
Adapun Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa mengartikan manajemen dalam dua pengertian. Pertama, diartikan dengan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Dan kedua dimaksudkan sebagai pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Mendasarkan kepada dua pengertian tersebut maka manajemen dapat dipahami dalam dua pengertian. Pertama, sebagai kegiatan mencapai tujuan dan kedua, sekumpulan orang yang memimpin dan bertanggung jawab atas roda organisasi.

Pengertian Manajemen Secara Istilah

Secara terminologis, adalah sesuatu yang sulit untuk mendefinisikan manajemen secara pasti. Karena faktanya tidak ada definisi yang diterima secara universal. Mengacu kepada pendapat Tripathi dan Reddy, disebutkan bahwa “It is difficult to define management. In fact, no definition of management has been universally accaepted”. Meski demikian, dalam kesulitannya memberikan definisi, mereka memberikan pengertian secara singkat. Menurutnya, “management is a process—a systematic way of doing things.” Manajemen adalah suatu proses — cara sistematis dalam melakukan sesuatu.

Menurut Eko Nugroho, manajemen dapat juga berarti sebagai suatu tim yang disusun dalam organisasi untuk menjadi pengendali organisasi untuk mencapai berbagai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi. Berbeda dengan Nugroho yang mengartikan manajemen lebih kepada orang, Sutabri lebih cenderung mengartikan sebagai proses atau kegiatan. Sehingga dalam terminologinya, ia menyebutkan bahwa manajemen adalah proses atau kegiatan yang menjelaskan apa yang dilakukan manajer pada operasional organisasi untuk merencanakan, mengorganisasikan, memprakarsai, dan mengendalikan organisasi.

Senada dengan Sutabri, Helmawati dalam memberikan pengertian juga lebih condong sebagai sebuah proses. Sembari mengutip Stoner (1996) yang menyebutkan bahwa manajemen adalah sebuah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan sekaligus menggunakan segala sumber dayanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Sesungguhnya ada banyak terminologi manajemen yang dikemukakan oleh para ahli selain yang sudah dikemukan sebelumnya. Sebut saja Mary Parker Follet. Baginya, manajemen adalah seni. Menurutnya, untuk melakukan pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan ketrampilan khusus.

Baca juga: Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah – AUSTS

Horold Koontz dan Cyrill O’Donnel menyebutkan, manajemen merupakan usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Sedangkan G. R. Terry melihatnya sebagai sebuah proses khas yang terdiri atas-atas tindakan-tindakan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan ditutup dengan pengendalian untuk menentukan dan mencapai sasaran yang sebelumnya telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya, baik manusia ataupun lainnya.

Sependapat dengan Marry Parker Follet, Lawrence A. Appley dan Oey Liang Lee memandang manajemen sebagai sebuah seni dan ilmu. Menurut mereka, dalam manajemen terdapat strategi memanfaatkan tenaga dan pikiran orang lain untuk melaksanakan aktifitas yang diarahkan untuk pencapaian tujuan yang sudah ditentukan.

Mencermati berbagai terminologi, pandangan tentang manajemen dapat dikelompokkan dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah manajemen sebagai seni sebagaimana dikemukakan oleh Marry Parker Follet, Lawrence A. Appley dan Oey Liang Lee. Kategoti kedua memandang manajemen lebih sebagai proses dan usaha mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Termasuk dalam kelompok ini adalah Terry dan Stoner. Kategori ketiga melihat manajemen lebih sebagai orang-orang yang berada dalam sebuah tim. Kategori ini dikemukakan oleh Eko Nugroho.

Referensi Konsep dan pengertian manajemen secara bahasa dan istilah menurut beberapa ahli.:

  1. John Echols dan Hasan Sadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 2015), 462.
  2. Sugeng Kurniawan, “Konsep Manajemen Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur’an Dan Al-Hadits (Studi Tentang Perencanaan)”, Nur El-Islam 2, no. 2 (2015): 3.
  3. Imam Machali dan Ara Hidayat, The Handbook of Education Management: Teori dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah di Indonesia, (Jakarta: Kencana, 2016), 1.
  4. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), 708.
  5. Tripathi, P. C. And Reddy, P. N., Principles Of Management, Fifth Edition (New Delhi: Tata McGraw-Hill Education Private, 2012), 2-3. E-Book (diakses 9 Mei 2018).
  6. Eko Nugroho, Sistem Informasi Manajemen: Konsep, Aplikasi dan Perkembangannya, (Yogjakarta: Andi Offset, 2010), 57.
  7. Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, (Yogjakarta: Andi Offset, 2005), 52.
  8. Helmawati, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2015), 19.
  9. Helmawati, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2015), 19.
  10. Saefullah. Manajemen Pendidikan Islam, cet. II, (Bandung: Pustaka Setia, 2014), 2-3.
Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *