Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Direktori Jurnal Akses Terbuka Dan Gratis – DOAJ

Direktori Jurnal Akses Terbuka Dan Gratis – Directory of Open Access Journals (DOAJ) yang dalam Bahasa Indonesia Direktori Jurnal Akses Terbuka merupakan website yang berisi daftar jurnal akses terbuka. Pengelolaannya dilakukan oleh sebuah lembaga bernama Infrastructure Services for Open Access (IS4OA).

Didefinisikan oleh lembaga tersebut bahwa direktori jurnal akses terbuka atau DOAJ sebagai satu jurnal ilmiah dan keilmuan yang telah memenuhi standar kualitas tinggi atau high quality standard. Cara yang dilakukan untuk memenuhi standar kualitas tinggi adalah lewat penelaahan sejawat, kontrol kualitas editorial atau editorial quality control, dan “menggunakan model pendanaan yang tidak memungut biaya kepada para pembaca atau institusi mereka ketika mengaksesnya”.

Didefinisikan oleh Budapest Open Access Initiative tentang “akses terbuka” dipakai untuk menentukan hak-hak yang butuhkan yang diberikan kepada para user atau pengguna. Dan untuk jurnal yang diinput kedalam DOAJ, para pembaca mempunyai hak untuk :membaca, menyalin, mengunduh, mencetak, mencari, mendistribusikan, atau sekedar menautkan tulisan ke naskah lengkap artikel-artikel yang ada dengan gratis atau cuma-cuma.

Baca juga: Download Ribuan Jurnal Pendidikan Internasional Gratis

Tujuan DOAJ: Direktori Jurnal Akses Terbuka Dan Gratis

Directory of Open Access Journals (DOAJ) mempunyai tujuan untuk “meningkatkan visibilitas dan kemudahan penggunaan jurnal-ilmiah dan akademik akses terbuka sehingga meningkatkan penggunaan dan dampaknya”.

Maret 2015 lalu, basis data DOAJ berisi daftar tidak kurang dari 10.000 jurnal. Jika dirata-rata maka ada empat jurnal ditambahkan dalam setiap hari. Di samping memasukan jurnal baru, DOAJ juga menghapus banyak jurnal yang tidak dapat memenuhi standar kualitas tinggi. Di bulan Mei 2016, DOAJ mereleas informasi bahwa mereka telah menghapus 3.300 jurnal dari dalam database mereka guna memberikan reliabilitas yang lebih baik pada konten yang da di dalamnya.

Meski telah dihapus, jurnal-jurnal tersebut dapat kembali mengajukan permohonan untuk dicantumkan lagi dalam DOAJ : Direktori Jurnal Akses Terbuka Dan Gratis dan tetap mengikuti prosedur yang berjalan sebagaimana jurnal baru. Pada 25 Februari 2018, basis data DOAJ berisi tidak kurang dari 11.210 jurnal.

Directory of Open Access Journals (DOAJ) atau Direktori Jurnal Akses Terbuka didanai oleh Open Society Institute. Ia juga mendanai banyak proyek terkait akses terbuka dan gratis. Gagasan mengenai DOAJ lahir dalam sebuah diskusi dalam acara Nordic Conference on Scholarly Communication, tahun 2002 lalu. Universitas Lund adalah organisasi yang mengelola dan sekaligus memelihara DOAJ. Dan pada bulan Januari 2013, pengelolaan DOAJ berpindah tangan ke Infrastructure Services for Open Access (IS4OA).

Baca juga: Teknik Analisis Data Penelitian

Infrastructure Services for Open Access (IS4OA) dibangun dan didirikan di Inggris pada tahun 2012 sebagai satu perusahaan amal nirlaba. Pendiriannya dilakukan oleh advokat akses terbuka Caroline Sutton dan Alma Swan. Perusahaan inilah yang mengelola DOAJ dan Open Citations Corpus.

Mendaftarkan jurnal ke DOAJ membutuhkan effort atau usaha yang lebih maksimal guna menyiapkan syarat-syaratnya. Mengapa demikian? Karena untuk bisa lolos dan terindek DOAJ harus mengisi sebanyak 58 form.

Pada saat tulisan ini dibuat oleh Artikel Pendidikan dan Riset (4 Juli 2019), Directory of Open Access Journals (DOAJ) atau direktori jurnal akses terbuka dan gratis memuat sebanyak 13,469 jurnal dan 4,092,363 artikel dari 131 negara yang meliputi berbagai disiplin ilmu seperti pendidikan, manajemen, keislaman, psikologi dan masih banyak lagi.

Berikut link-nya : Directory of Open Access Journals (DOAJ) atau Direktori Jurnal Akses Terbuka:

Sodikin Masrukin Pemerhati pendidikan, sosial-budaya dan kajian Islam yang tinggal di Kab. Purbalingga. Adalah alumnus IAIN Semarang (S1) dan IAIN Purwokerto (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *